Kalkulator Indeks Polaritas Komparatif & Simulasi KLT
Mode Komparasi: Anda dapat menambahkan hingga 10 kolom komposisi untuk membandingkan campuran eluen secara berdampingan. Gunakan fitur copy untuk menduplikasi campuran yang sedang dioptimasi.
Indeks Polaritas (PI)
Dalam kromatografi (terutama KLT dan Kromatografi Kolom fasa normal), pemisahan senyawa didasarkan pada prinsip kompetisi antara molekul sampel dan molekul pelarut (eluen) untuk berikatan dengan fase diam (silika gel).
Permukaan silika mengandung gugus silanol (-OH) yang sangat polar. Senyawa yang bersifat polar akan terikat lebih kuat pada fase diam ini (teradsorpsi), sehingga laju pergerakannya lambat (Rf rendah).
Eluen bertugas melepaskan senyawa dari fase diam. Semakin polar sebuah eluen (Indeks Polaritas tinggi), semakin kuat kemampuannya mendesak senyawa polar agar lepas dari silika dan ikut terelusi.
Jarang ada satu pelarut murni yang memberikan resolusi pemisahan sempurna. Dengan mencampur dua pelarut (biasanya satu non-polar ekstrim seperti Heksana, dan satu semi-polar seperti Etil Asetat), analis dapat "menyeting" kekuatan elusi (PI) secara presisi untuk memisahkan noda yang jarak kepolarannya berdekatan.
Menurut L.R. Snyder (1974), indeks polaritas campuran pelarut dapat diestimasi secara proporsional berdasarkan fraksi volume masing-masing komponen:
Geser slider PI untuk melihat efek kekuatan elusi terhadap bercak senyawa.
Deret eluotropik mengurutkan pelarut berdasarkan kekuatan elusinya pada fase diam tertentu (seperti silika). Nilai di bawah ini menggunakan pendekatan Skala Indeks Polaritas Snyder. Semakin tinggi nilai PI, semakin polar pelarut tersebut.
| No | Nama Pelarut / Eluen | Kategori Kepolaran | Indeks Polaritas (PI) |
|---|---|---|---|
Daftar web-x
Format sitasi halaman ini