Praktikum Farmakologi

Variasi Biologik & Teknik Rute Obat

Menu Navigasi

Konsep Farmakodinamik

Dosis Sama,
Efek Berbeda.

Walaupun dosis dihitung akurat per kilogram berat badan, efek farmakologis dapat bervariasi antar individu. Variasi Biologik seperti jenis kelamin (jantan vs betina), usia, genetik, dan rasio lemak tubuh menyebabkan perbedaan dalam metabolisme dan respons reseptor obat.

Mengapa Terjadi Variasi?

  • Pengaruh HormonalHormon testosteron pada jantan dapat menginduksi enzim mikrosomal hati (Sitokrom P450), membuat metabolisme obat lebih cepat sehingga efek obat lebih singkat.
  • Rasio Lemak & AirBetina umumnya memiliki rasio jaringan lemak yang lebih tinggi. Obat yang larut lemak (Lipofilik) seperti barbiturat akan tertimbun lebih lama di jaringan lemak betina, memperpanjang durasi efek.
  • IdiosinkrasiReaksi abnormal yang bersifat genetik pada individu tertentu (misal: bukan tidur tapi malah gelisah).
Kriteria Penilaian Praktikum

Spektrum Respons Hewan Coba

Setelah penyuntikan Phenobarbital Na, efek hipnotik dinilai dengan rangsang nyeri (cubit ekor) dan pengamatan refleks balik badan (righting reflex).

A. Sangat Peka

Hewan mati. Dosis normal menjadi letal karena variasi biologik.

B. Peka

Tidur dalam. Bila diberi rangsang nyeri, hewan tidak tegak (tidak membalikkan badan).

C. Sesuai Efek (Normal)

Tidur. Bila diberi rangsang nyeri, hewan tegak (refleks balik badan merespons perlahan).

D. Resisten

Tidak tidur, tetapi mengalami ataksia (kehilangan keseimbangan gerak).

E. Sangat Resisten

Tidak mengalami perubahan perilaku sama sekali (seperti diberi plasebo).

Protokol Administrasi & Ketepatan 7 Rute

Selain perbedaan subjek biologi, parameter yang paling menentukan keberhasilan (Bioavailabilitas dan Onset) adalah kedalaman dan sudut injeksi anatomi. Visualisasi di bawah ini menggambarkan korelasi antara sudut penusukan jarum dengan target lapisan jaringan tubuh hewan.

Diagram Kedalaman Lapisan Anatomi & Sudut Injeksi Parenteral

Epidermis Dermis (Kaya Pembuluh Kapiler) Jaringan Subkutan (Lemak / Adiposa) Jaringan Intramuskular (Otot Rangka) Vena Superficial I.M (90°) S.C (45°) I.V (25°) I.C (10-15°)

Peroral (p.o)

Pemberian ke lambung menggunakan sonde khusus (ujung tumpul bola).

Handling: Scruff leher kuat, posisikan kepala tengadah lurus dengan esofagus.

Kritis: Jika hewan batuk, tarik sonde! Bahaya masuk trakea (paru-paru).

~25°

Intravena (i.v)

Injeksi menembus langsung ke sirkulasi sistemik. Efek obat paling instan.

Lokasi: Vena lateral pada ekor (Mencit/Tikus).

Teknik: Hangatkan ekor (air/lampu) agar terjadi vasodilatasi (vena membesar), suntik searah aliran darah.

90°

Intramuskular (i.m)

Injeksi tegak lurus menembus subkutan ke dalam lapisan otot rangka.

Lokasi: Otot paha belakang (m. gastrocnemius).

Kritis: Aspirasi wajib dilakukan! Tarik plunger sedikit sebelum menyuntik, pastikan tidak ada darah masuk spuit (hindari masuk pembuluh darah).

45°

Subkutan (s.c)

Menyuntikkan cairan ke lapisan lemak (adiposa) di bawah kulit.

Lokasi: Kulit longgar area tengkuk/punggung atas.

Teknik: Cubit kulit ke atas membentuk tenda (tenting), tusuk dasar lipatan kulit dengan sudut miring 45 derajat.

10-15°

Intrakutan (i.c)

Suntikan sangat dangkal ke dalam lapisan dermis kulit. Volume minim.

Tujuan: Tes alergi atau uji tuberkulin.

Tanda Sukses: Ujung jarum terlihat dari luar kulit, dan saat ditekan terbentuk benjolan/gelembung kecil (wheal/bleb) pucat.

10-45°

Intraperitoneal (i.p)

Injeksi rongga perut. Absorpsi cepat via luasnya jaringan mesenterika.

Lokasi: Kuadran bawah perut menjauhi sumbu tengah.

Teknik: Posisi kepala hewan lebih rendah. Hindari organ kandung kemih, sekum, dan pembuluh darah perut.

Intra Plantar

Suntikan sub-plantar persis di area bawah telapak kaki belakang.

Tujuan: Model induksi radang lokal (edema kaki).

Kritis: Karena sangat nyeri, restraint handling harus sangat kuat agar jarum tidak merobek kaki karena gerakan refleks.

Simulator Efek: Variasi Jenis Kelamin

Instruksi: Siapkan hewan jantan dan betina. Suntikkan larutan Phenobarbital Na 0.75% (Dosis 50 mg/kgBB) secara i.p. Amati respons tidur dan uji dengan rangsang nyeri (cubit ekor).

1. Pilih Subjek Hewan

Mencit Jantan

Metabolisme lebih aktif

Mencit Betina

Rasio lemak lebih tinggi

2. Pilih Sediaan (Injeksi i.p)

Hasil Observasi 90 Menit

Siap Mengamati...
Pilih hewan dan jenis injeksi untuk melihat efek farmakologis dan klasifikasi spektrum respons hewan coba.
Rangsang!

Pencatatan Tabel Pengamatan

Gunakan tabel standar ini dalam buku log praktikum Anda untuk mencatat status hewan (Kategori A/B/C/D/E) setiap 10 menit selama 90 menit penuh.

No Perlakuan (Subjek) Menit Ke- (Respons Kategori)
102030405060708090
1 Mencit Jantan (NaCl) EEEEEEEEE
2 Mencit Jantan (Pheno) CCCCDEEEE
3 Mencit Betina (NaCl) EEEEEEEEE
4 Mencit Betina (Pheno) BBBBBCCDE
Catatan Simulasi Klasik: Mencit betina (No. 4) seringkali menunjukkan efek durasi yang lebih panjang dan lebih peka (Kategori B: Tidur dalam, tidak merespons tegak) dibandingkan Jantan, membuktikan adanya Pengaruh Variasi Biologik terhadap intensitas efek obat.

Evaluasi Teori

Uji pemahaman Anda terhadap ketepatan rute administrasi dan konsep variasi biologik secara komprehensif.