Diare dan konstipasi, disimulasikan.
Ubah kondisi, beri obat, lalu lihat apa yang terjadi pada sel usus, cairan tubuh, dan kolon. Setiap angka dan dosis diselaraskan dengan buku ajar PSF302 (Bab 5 Diare dan Bab 6 Konstipasi) beserta pedoman yang dikutipnya.
Modul
Alur belajar yang disarankan
Oralit · Zink 10 hari · ASI dan makanan · Antibiotik selektif · Nasihat ibu kapan kembali.
Kontraindikasi loperamid "3D"
Darah (disentri) · Demam tinggi · usia Dini (anak).
Opioid · Besi · Antikolinergik · TCA dan antipsikotik · Kalsium (suplemen) dan antagonis Kalsium (verapamil) · Antasida aluminium · Kolestiramin · Urin berlebih (diuretik).
Simulasi memakai model ilustratif untuk menunjukkan arah perubahan, bukan untuk menghitung dosis pasien nyata. Dosis yang tercantum adalah dosis lazim dewasa (kecuali disebut anak) menurut buku ajar dan pedoman yang dikutip. Selalu periksa pedoman terbaru dan informasi produk sebelum keputusan klinis.
Lab enterosit: sekresi, absorpsi, dan oralit
Nyalakan satu atau beberapa kondisi, lalu tambahkan intervensi. Titik biru adalah air: yang turun berarti diserap ke darah, yang naik berarti disekresi ke lumen. Perhatikan bahwa oralit tidak menghentikan diare kolera, tetapi membalik neraca cairan tubuh.
Neraca cairan usus sehari
Usus halus menerima sekitar 8–9 L cairan per hari (asupan dan sekresi saliva, lambung, pankreas, empedu, usus). Hampir semuanya diserap kembali, sehingga hanya sekitar 100–200 mL yang keluar bersama feses. Gangguan kecil pada keseimbangan ini sudah cukup menimbulkan diare.
Nilai dehidrasi, pilih rencana, dan simulasikan pemulihannya
Ketuk satu sel di setiap baris tabel WHO. Klasifikasi ditetapkan bila terdapat dua tanda atau lebih pada satu kolom. Lalu isi berat badan dan usia untuk menghitung Rencana A, B, atau C serta dosis zink.
1. Penilaian WHO
Ketuk satu tanda di setiap baris. Klasifikasi langsung muncul di bawah tabel.
2. Rencana rehidrasi dan zink
3. Simulasi defisit cairan 8 jam
model ilustratifDefisit awal diambil dari klasifikasi (tanpa dehidrasi ≈2%, ringan–sedang ≈7,5%, berat ≈12% berat badan). Kehilangan berlanjut dihitung dari jumlah BAB cair per jam. Bandingkan hasil bila tidak direhidrasi dengan bila mengikuti rencana yang sesuai atau yang terlalu ringan.
Simulator apotek: obat mana yang tepat untuk pasien ini?
Ubah profil pasien. Kartu obat akan berganti status menjadi UTAMA BOLEH HATI-HATI atau HINDARI, lengkap dengan alasannya.
Kalkulator keparahan infeksi C. difficile (IDSA/SHEA 2021)
Rome IV, tanda alarm, dan skala Bristol
Centang keluhan pasien. Pemeriksa akan menyimpulkan apakah memenuhi konstipasi fungsional, IBS-C, atau konstipasi akibat opioid, dan apakah perlu rujukan.
Kriteria Rome IV
Masing-masing pada >25% defekasi. Ketuk keluhan yang dialami pasien.
Tanda alarm
Satu tanda saja sudah cukup untuk merujuk pasien ke kolonoskopi.
Alur kesimpulan
Skala Bristol: bentuk feses dan waktu transit
Bentuk feses berkorelasi dengan waktu transit usus lebih baik daripada frekuensi BAB. Geser waktu transit untuk melihat bentuk feses yang cenderung terbentuk, atau ketuk sebuah tipe.
Kolon virtual: penyebab, laksatif, dan hasilnya
Tambahkan penyebab konstipasi, lalu pilih terapi. Laju gelombang peristaltik, kadar air feses, tipe Bristol, dan frekuensi BAB berubah sesuai model. Catatan keamanan muncul sesuai kondisi pasien.
Kapan laksatif bekerja?
skala logaritmikAmbil keputusan seperti apoteker
Setiap kasus terdiri atas beberapa langkah keputusan. Pilih jawaban, baca umpan baliknya, lalu lanjutkan.
Flashcard dengan pengulangan
Baca pertanyaan, ingat jawabannya, lalu balik kartu. Tandai hafal atau ulang. Kartu yang belum hafal muncul lebih sering.
Kuis kasus dan permainan mencocokkan
Daftar istilah dan singkatan
Cari istilah, singkatan, atau definisi. Saring menurut kategori atau huruf awal.
Daftar pustaka
Pustaka Bab 5 dan Bab 6 buku ajar PSF302. Artikel jurnal sudah dicocokkan dengan PubMed, dan pedoman non-jurnal dengan situs resmi penerbitnya.