Ilustrasi mekanistik: tiap titik mewakili sejumlah molekul obat. Jumlah titik mengikuti persamaan di panel rumus, sehingga yang terlihat di animasi sama dengan hasil perhitungan. Warna variabel pada rumus sama dengan warna labelnya di animasi.
Variabel
Mengubah variabel akan memulai ulang animasi.
Ilustrasi tingkat sel dan molekul untuk faktor biologis di saluran cerna: solubilisasi misel garam empedu, pembentukan kelat, pH lambung dan basa lemah, jus jeruk bali dan CYP3A4 usus, OATP dan feksofenadin, efluks P-glikoprotein, prodrug dan PEPT1, serta aktivasi oleh flora kolon. Ikuti langkah demi langkah dengan tombol ▶, lalu coba eksperimen cepat di panel kanan. Arahkan kursor ke struktur pada gambar untuk penjelasan.
Pilih proses
Pengosongan cairan saat puasa mendekati kinetika orde satu: Vt = V₀·e−kge·t, dengan t½,ge = 0,693/kge (± 10–20 menit saat puasa). Makanan memperlambat pengosongan; makanan padat mengikuti pola fase tunda lalu hampir linear (Kotak Rumus 5.1). Bandingkan dua kondisi pada waktu pengamatan yang sama.
Parameter
Langkah perhitungan
Model transit saluran cerna: lambung → usus halus (7 kompartemen transit) → kolon, dengan absorpsi terutama di usus halus. Ubah laju pengosongan lambung (makanan, metoklopramid, propantelin, gastroparesis), waktu transit usus (diare), jenis sediaan, dan jendela absorpsi sempit untuk melihat pengaruhnya pada Cmax, tmax, dan jumlah terabsorpsi (Gambar 5.3; Nimmo dkk., 1973). Parameter ilustratif mirip parasetamol.
Parameter
Langkah perhitungan
Studi pengaruh makanan memakai menu standar tinggi lemak dan tinggi kalori (± 800–1.000 kkal, ± 50% dari lemak). Pengaruh dinyatakan bermakna bila interval kepercayaan 90% rasio AUC atau Cmax fed/fasted berada di luar 80–125%. Makanan dapat menaikkan, menurunkan, atau hanya menunda absorpsi (Gambar 5.4).
Parameter
Langkah perhitungan
Obat lipofil sukar larut (BCS kelas II) dapat dibatasi kelarutan karena cairan usus saat puasa hanya ± 100 mL. Garam empedu (± 3 mM saat puasa, ± 15 mM setelah makan) membentuk misel yang menaikkan kelarutan — dasar media biorelevan FaSSIF dan FeSSIF (Galia dkk., 1998). Model disolusi Noyes–Whitney dengan transit usus; parameter ilustratif.
Parameter
Langkah perhitungan
Bioavailabilitas oral F = fa × fg × Fh, dengan Fh = 1 − EH dan EH = CLH/QH (Kotak Rumus 5.2). Pada sirosis dengan pirau portosistemik, sebagian darah porta melewati hati: Fh,sirosis = fshunt + (1 − fshunt) × Fh. Obat berekstraksi tinggi paling terpengaruh.
Parameter
Langkah perhitungan
Studi kasus: bioavailabilitas oral alendronat hanya ± 0,64% bila diminum saat puasa, turun ± 40% bila diminum 30–60 menit sebelum sarapan, dan ± 60% bila diminum bersama kopi atau jus jeruk. Instruksi cara pakai merupakan bagian dari biofarmasetika produk.
Parameter
Langkah perhitungan
Gambar 5.1 dan Tabel 5.1–5.4 Modul 05 dalam bentuk yang dapat dicari. Ketik nama obat, kondisi, atau mekanisme.
Gambar 5.1 — pH dan waktu transit tiap segmen saluran cerna
Tabel 5.1 — Kondisi saluran cerna saat puasa dan setelah makan
Tabel 5.2 — Mekanisme pengaruh makanan terhadap absorpsi
Tabel 5.3 — Faktor metabolik & transporter
Tabel 5.4 — Kondisi pasien yang mengubah absorpsi
Ringkasan rumus Modul 05 Biofarmasetika dan rumus tambahan yang dipakai aplikasi.
Pengosongan lambung (Kotak 5.1)
Pengaruh makanan
Ekstraksi hati (Kotak 5.2)
Model transit (aplikasi)
Solubilisasi misel (aplikasi)
Lain-lain (aplikasi)
Rumus, nilai rujukan, dan kasus dalam aplikasi ini mengacu pada pustaka berikut, seluruhnya dari daftar pustaka Modul 05 PSF305. Nomor sitasi di setiap modul merujuk ke daftar ini.
Catatan penggunaan
Aplikasi ini adalah alat bantu belajar. Model transit, solubilisasi misel, kelat, CYP3A4/OATP/P-gp, dan kurva rekonstruksi bersifat ilustratif untuk memperlihatkan mekanisme dan arah pengaruh, bukan untuk menilai pasien atau menentukan dosis. Untuk keputusan klinis, gunakan data produk, label resmi, dan pedoman.
Identitas laporan
Laporan tersimpan selama halaman terbuka. Untuk PDF, pilih "Save as PDF" pada dialog cetak.