Ilustrasi mekanistik: tiap titik mewakili sejumlah molekul obat. Jumlah titik mengikuti persamaan di panel rumus, sehingga yang terlihat di animasi sama dengan hasil perhitungan. Warna variabel pada rumus sama dengan warna labelnya di animasi.
Variabel
Mengubah variabel akan memulai ulang animasi.
Ilustrasi biomolekuler tiap jenis reaksi fase I dan fase II (Tabel 4.2 dan 4.4). Struktur yang tergambar adalah bagian molekul yang bereaksi; sisa molekul ditulis R. Ikuti langkah demi langkah: gugus yang bereaksi disorot kuning, panah merah menunjukkan arah serangan pasangan elektron, dan kotak enzim/kofaktor menampilkan perubahan keadaannya. Arahkan kursor ke atom, heme, atau kofaktor untuk penjelasan.
Pilih reaksi
Klirens hepatik adalah hasil kali aliran darah hati dan rasio ekstraksi: CLH = Q × EH. Obat berekstraksi tinggi (EH > 0,7) bersifat flow-limited: klirensnya mengikuti aliran darah. Obat berekstraksi rendah (EH < 0,3) bersifat capacity-limited: klirensnya mengikuti kapasitas enzim dan fraksi bebas. Ubah aliran darah (mis. gagal jantung) dan bandingkan kedua kelompok.
Parameter
Langkah perhitungan
Kadar tunak rata-rata berbanding terbalik dengan klirens: Css = F·Dosis/(CL·τ). Induksi menaikkan CL secara bertahap (sintesis enzim baru, penuh dalam 1–2 minggu, mereda dalam 2–4 minggu). Inhibisi menurunkan CL secara langsung (1–2 hari). Grafik menampilkan perjalanan kadar harian selama zat penginduksi/penghambat diberikan lalu dihentikan.
Parameter
Langkah perhitungan
Fraksi yang diekskresi utuh fe = CLrenal/CLtotal dan fraksi yang dimetabolisme fm = 1 − fe menentukan organ mana yang paling memengaruhi eliminasi obat. Simulasikan penyakit hati dan penyakit ginjal untuk melihat perubahan klirens total dan penyesuaian dosis.
Parameter
Langkah perhitungan
Pada dosis terapetik ± 85–90% parasetamol dikonjugasi (glukuronida, sulfat) dan hanya 5–10% dioksidasi CYP2E1/CYP3A4 menjadi NAPQI yang segera dinetralkan glutation (GSH). Pada dosis berlebih, sulfasi dan glukuronidasi jenuh, porsi NAPQI naik, dan bila GSH turun di bawah ± 30% NAPQI berikatan dengan protein hepatosit. Model ini bersifat ilustratif untuk memahami mekanisme, bukan untuk menilai pasien.
Parameter
Langkah perhitungan
Polimorfisme CYP2D6 menghasilkan fenotipe PM (poor), IM (intermediate), NM/EM (normal/extensive), dan UM (ultrarapid). Untuk prodrug seperti kodein, PM tidak merasakan analgesia dan UM berisiko depresi napas akibat morfin berlebih. Untuk obat aktif seperti metoprolol arahnya terbalik: PM berisiko kadar berlebih dan UM berisiko gagal terapi.
Parameter
Langkah perhitungan
Isoenzim sitokrom P450 utama beserta contoh substrat, inhibitor, dan induktornya (Tabel 4.3), serta reaksi fase I (Tabel 4.2) dan fase II (Tabel 4.4). Ketik nama obat untuk mencari dan memeriksa potensi interaksi.
Reaksi fase I (fungsionalisasi)
Reaksi fase II (konjugasi)
Empat kemungkinan hasil metabolisme (Tabel 4.1)
Ringkasan rumus Modul 04 dan rumus tambahan yang dipakai aplikasi.
Klirens hepatik (Kotak 4.1)
Model well-stirred
Kadar tunak & interaksi
Kinetika perubahan enzim (model aplikasi)
Parasetamol (model ilustratif)
Farmakogenetik CYP2D6
Rumus, nilai rujukan, dan kasus dalam aplikasi ini mengacu pada pustaka berikut. Pustaka [1]–[6] berasal dari daftar pustaka Modul 04 FAR503; [7]–[12] adalah sumber asli konsep tertentu. Nomor sitasi di setiap modul merujuk ke daftar ini.
Catatan penggunaan
Aplikasi ini adalah alat bantu belajar. Parameter model parasetamol, farmakogenetik, dan kinetika enzim bersifat ilustratif untuk memperlihatkan mekanisme, bukan untuk menilai pasien atau menentukan dosis. Untuk keputusan klinis, gunakan data pasien, pemantauan kadar, dan pedoman resmi.
Identitas laporan
Laporan tersimpan selama halaman terbuka. Untuk PDF, pilih "Save as PDF" pada dialog cetak.