Skrining dan Analisis Resep
Telaah administratif, farmasetik, dan klinis serta identifikasi Drug Related Problems. Halaman ini melengkapi Modul Praktikum CnD Edisi Revisi 2026: resep latihan, simulasi pengerjaan langkah demi langkah, dan Lembar Kerja 2 versi digital.
Kedudukan modul digital
Modul digital ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Modul Praktikum Compounding and Dispensing Edisi Revisi 2026 (PDF). Gunakan untuk persiapan di rumah dan pendampingan saat praktikum. Lembar kerja resmi tetap LK-2 pada modul cetak, diisi selama praktikum dan ditandatangani asisten, kecuali dosen menetapkan lain.
CPMK-2
Mampu melakukan skrining resep secara administratif, farmasetik, dan klinis serta merumuskan rekomendasi penyelesaian DRP.
Sub-CPMK — setelah praktikum mahasiswa mampu:
- Menjelaskan komponen resep yang sah beserta dasar hukumnya.
- Melakukan skrining administratif, farmasetik, dan klinis secara sistematis menggunakan daftar tilik.
- Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan DRP pada suatu resep.
- Menetapkan prioritas masalah berdasarkan tingkat risiko terhadap pasien.
- Menyusun rekomendasi dan naskah komunikasi klarifikasi kepada penulis resep.
- Mendokumentasikan hasil skrining dalam catatan farmasetik.
| Modul PDF | Hal. | Di halaman ini |
|---|---|---|
| Dasar Teori B.1–B.5 | 36–38 | Materi Interaktif |
| Prosedur Kerja, Kegiatan 1–3 | 39 | Simulasi Pengerjaan |
| E. Resep untuk Latihan (A, B) | 40 | Lampiran Soal 1–2 |
| LK-2 Bagian 1–5 | 42–45 | LK-2 Digital |
| Pretest, Postest | 46 | Evaluasi |
| Rubrik Penilaian | 47 | Evaluasi · Kalkulator Nilai |
Urutan belajar yang disarankan
Titik kritis pertemuan ini
Apoteker tidak berwenang mengubah resep secara sepihak. Setiap perubahan dosis, bentuk sediaan, atau substitusi wajib memperoleh persetujuan penulis resep, dan setiap klarifikasi wajib dicatat: tanggal, jam, nama penerima klarifikasi, isi kesepakatan, dan paraf apoteker.
Resep latihan dan data pendukung
Lampiran 1 dan 2 sama dengan resep pada modul PDF. Lampiran 3 berisi data skenario simulasi yang baru diberikan setelah Anda melakukan klarifikasi. Lampiran 4 dan 5 adalah rujukan cepat; tetap verifikasi pada pustaka acuan.
Kartu data hasil klarifikasi (skenario simulasi)
Dalam praktikum, data ini diberikan asisten setelah mahasiswa menanyakannya kepada "orang tua pasien" atau "dokter". Buka hanya setelah Anda menemukan sendiri data apa yang kurang.
Resep A · An. Bima
Resep B · Tn. Sudarman
Sediaan yang beredar
Acuan dosis ringkas untuk verifikasi
Coba hitung sendiri lebih dulu. Ringkasan ini untuk mengecek, bukan pengganti BNF/BNFC edisi terbaru, ISO/MIMS, atau pedoman institusi. Cantumkan sumber yang Anda pakai pada LK-2.
Tampilkan acuan dosis
Materi interaktif
Ringkasan konsep kunci. Klik tiap bagian untuk melihatnya ditandai pada lembar resep.
1. Tiga lapis pengkajian resep (PMK 73/2016)
Dilalui berurutan dan bersifat kumulatif: resep yang lolos administratif tetap dapat gugur pada telaah klinis.
Administratif
Identitas pasien (nama, umur, jenis kelamin, BB, alamat); identitas dokter (nama, SIP, alamat, telepon, paraf); tanggal; tanda R/.
Contoh: BB pasien anak tidak dicantumkan; resep tidak diparaf.
Farmasetik
Nama dan kekuatan sediaan; bentuk dan jumlah; stabilitas; kompatibilitas; aturan dan cara pakai.
Contoh: tablet salut enterik diminta digerus menjadi puyer; dua bahan membentuk campuran eutektik.
Klinis
Ketepatan indikasi, dosis, waktu; duplikasi; alergi dan ROTD; interaksi; kontraindikasi.
Contoh: dosis melebihi maksimum harian; kombinasi dua NSAID; alergi golongan obat.
2. Anatomi resep yang sah
Data yang tidak boleh diasumsikan
Berat badan pada resep anak adalah data wajib. Demikian pula luas permukaan tubuh untuk sitostatika, data serum kreatinin untuk obat yang dosisnya disesuaikan fungsi ginjal, dan data lengkap untuk obat indeks terapi sempit.
3. Tujuh kategori DRP (Cipolle, Strand & Morley)
PCNE V9.1 memisahkan masalah, penyebab, dan intervensi sehingga lebih cocok untuk dokumentasi dan audit.
4. Penetapan prioritas dan bentuk intervensi
segera
Berpotensi menimbulkan kerugian serius atau mengancam jiwa: dosis toksik, kontraindikasi absolut, alergi terdokumentasi, interaksi mayor.
Obat tidak disiapkan. Hubungi penulis resep sebelum pelayanan dilanjutkan; dokumentasikan hasil klarifikasi.
Berpotensi menurunkan efektivitas atau menimbulkan efek samping yang dapat ditangani: dosis subterapi, interaksi moderat, duplikasi relatif.
Klarifikasi atau sampaikan rekomendasi; obat disiapkan setelah ada kesepakatan.
Tidak memengaruhi keamanan atau efektivitas secara langsung: kelengkapan administratif, kejelasan tulisan, pilihan waktu minum.
Lengkapi data, catat, dan sampaikan informasi kepada pasien saat penyerahan.
5. Komunikasi klarifikasi dengan kerangka SBAR
Singkat, berbasis data, dan menawarkan solusi. Contoh dari modul:
Tip: gunakan tombol panah ← → pada papan ketik untuk berpindah langkah.
Pretest, postest, dan latihan
Tulis jawaban Anda lebih dulu, lalu buka poin kunci dan centang poin yang sudah Anda sebutkan.
Pretest
Sebelum praktikum · tanpa catatan · 15 menitCek pemahaman
Latihan klasifikasi DRP
Tentukan kategori DRP (Cipolle et al.) dan tingkat risikonya.
Postest
Akhir sesi · 15 menitRubrik penilaian keterampilan
4 sangat baik · 3 baik · 2 cukup · 1 kurang · 0 tidak dikerjakanUntuk penilaian diri dan latihan. Nilai resmi diisi dosen/asisten pada modul cetak.