Masalah Sebelum Masuk ke Tubuh Pasien.
Interaksi obat tidak selalu terjadi di dalam organ hati atau lambung. Interaksi Farmasetika terjadi di luar tubuh (In Vitro), tepatnya saat perawat atau apoteker mencampur obat dalam spuit, kantong infus (IV Bag), atau selang intravena.
Kematian Akibat Kristal Mikro
Mencampur Ceftriaxone (Antibiotik) dengan Ringer Laktat (mengandung Kalsium) akan membentuk kristal garam kalsium-ceftriaxone di dalam selang infus. Jika masuk ke pembuluh darah neonatus, kristal ini menyumbat paru-paru dan ginjal, menyebabkan kematian seketika. Ini disebut Inkompatibilitas IV.
Definisi Inkompatibilitas
Inkompatibilitas adalah reaksi fisika kimia yang tidak diinginkan, terjadi ketika dua atau lebih obat suntik (atau obat dengan pelarut infus) dicampur bersamaan dalam wadah yang sama.
Konsekuensi Fatal:
- 1. Gagal Terapi: Obat rusak/terdegradasi sebelum mencapai organ target.
- 2. Toksisitas Fisik: Timbul partikel endapan makro yang memicu Emboli (penyumbatan) paru/otak.
- 3. Nyeri & Flebitis: Perubahan pH campuran merusak jaringan vena pasien secara instan.
Klasifikasi Inkompatibilitas
Apoteker harus mewaspadai perubahan sediaan secara kasat mata, maupun kerusakan molekuler tak terlihat (silent degradation).
Simulator 1: Inspeksi Visual IV Bag
Pencampuran obat yang memiliki rentang pH berbeda secara ekstrem, atau menggunakan cairan infus/pelarut (D5W vs NaCl) yang salah, dapat diamati dengan mata telanjang. Lakukan uji pencampuran di bawah ini!
Simulasi Pencampuran:
Larutan Jernih & Aman
Obat antikejang Fenitoin (basa kuat) mempertahankan kelarutannya dengan sempurna di dalam cairan infus NaCl 0.9%. Larutan tetap jernih dan aman disuntikkan ke vena pasien.
Simulator 2: Manajemen Y-Site & Flushing
Di ICU, pasien sering hanya memiliki 1 jalur infus utama (CVP), tapi harus menerima banyak obat suntik (IV Push). Pertemuan dua obat berbeda di titik percabangan (Y-Site) berisiko menyumbat selang.
Tindakan Keperawatan/Farmasi:
Penyumbatan Selang (Oklusi)
Tanpa pembilasan, sisa Obat A di selang utama akan bertabrakan langsung dengan Obat B yang masuk dari persimpangan Y. Reaksi presipitasi terjadi instan di dalam selang, menyumbat aliran infus, dan membahayakan vena pasien!
Simulator 3: Degradasi Kimia (Molekuler)
Inkompatibilitas kimia bersifat tak terlihat (warna tetap jernih, tanpa endapan). Ini dipengaruhi oleh Waktu, Suhu, dan Cahaya pasca-pencampuran. Obat terurai (hidrolisis/oksidasi) dan kadar zat aktif menurun di bawah standar efikasi klinis (>90%).
Contoh Obat: Ampicillin Injection (dilarutkan dalam NS).
- Zona Aman: Konsentrasi > 90%
- Zona Degradasi: Konsentrasi < 90% (Dibuang)
Kondisi Penyimpanan (Beyond Use Date):
Kurva Konsentrasi Zat Aktif vs Waktu
Garis merah putus-putus adalah batas kritis (90%). Di bawah garis ini, campuran IV Admixture tidak boleh lagi diberikan ke pasien.
Pencegahan (Preventive Actions)
Standar operasional Apoteker dalam Aseptic Dispensing / IV Admixture untuk mencegah kejadian inkompatibilitas.
1. Cek Literatur Resmi
Selalu rujuk pada Trissel's Handbook of Injectable Drugs atau King Guide. Jangan pernah menebak kecocokan pencampuran dua obat.
2. Teknik Pembilasan (SAS)
Gunakan metode Saline-Administer-Saline pada Y-site. Bilas selang dengan NaCl 0.9% setiap kali pergantian obat dari spuit yang berbeda.
3. Pemilihan Pelarut
Pahami sifat asam-basa. Ganti pelarut infus jika inkompatibel (Misal: hindari D5W untuk Fenitoin, gunakan Normal Saline).
4. Inspeksi & Labeling
Lakukan observasi visual dengan layar latar hitam/putih. Berikan label "Lindungi dari Cahaya" atau penetapan Waktu BUD yang tepat.
Evaluasi Pemahaman
Uji pemahaman Anda tentang inkompatibilitas fisika, kimia, dan prosedur IV admixture di rumah sakit.