RisetFarmasi
Desain & Pengujian
Modul InteraktifMetodologi Riset

Cara Merancang Statistik Riset & Menguji Hipotesis Klinis.

Kesalahan terbesar peneliti pemula bukanlah pada rumus matematika, melainkan pada rancangan riset (menentukan H₀ & H₁) dan kegagalan memilih uji statistik yang sesuai dengan kasus nyata di lapangan. Modul ini difokuskan pada studi kasus!

4 Tahap
Kerangka dasar
riset statistik
H₀ & H₁
Pondasi penyusunan
klaim uji
p < α
Aturan mutlak
penolakan H₀
Alur Rancangan Penelitian
1
Identifikasi Variabel & Kasus
2
Rumuskan Hipotesis (H₀ & H₁)
3
Pemilihan Uji Statistik
4
Tarik Kesimpulan (Evaluasi P-Value)
Tahap 1 & 2 & 3

Merancang Statistik Berdasarkan Kasus Riset

Statistik hanyalah alat ukur. Kunci utama adalah bagaimana kamu membongkar kasus risetmu menjadi Variabel Independen/Dependen dan merumuskannya ke dalam hipotesis (H₀ dan H₁) sebelum memilih rumusnya.

Tahap 4

Aturan Keputusan & Nilai-P (P-Value)

Setelah uji statistik dijalankan (di SPSS/Excel), kamu akan mendapat nilai probabilitas atau P-Value (Sig.). Tugas akhir peneliti adalah membandingkan nilai tersebut dengan Batas Kesalahan (Tingkat Signifikansi / α = 0.05).

Simulasi Interaktif

Visualisasi Penarikan Kesimpulan

Jika P-value < 0.05, berarti peluang hasil risetmu terjadi secara kebetulan itu sangat kecil, sehingga klaim awal (H₀) pantas untuk dibuang/ditolak. Geser slider di bawah ini!

Hasil P-Value Simulasi SPSS: 0.035
0.001
Ambang Kritis α = 0.05
0.150
Pohon KeputusanKalkulator Metode

Pemandu Memilih Uji Statistik yang Tepat

Gunakan alat ini jika kamu bingung uji apa yang cocok untuk datamu. Jawab pertanyaan berikut terkait desain risetmu. Sistem akan memberikan nama uji (Parametrik vs Non-Parametrik).

Status Pencarian Uji
Mulai dengan menjawab pertanyaan pertama di samping.
Jika Data Gagal Normal

Mengapa beralih ke Non-Parametrik?

Jika uji normalitas (Shapiro-Wilk) memunculkan P-value < 0.05, H₀ asumsi "data normal" ditolak. Kita wajib beralih ke uji non-parametrik yang bekerja menggunakan Peringkat (Rank) alih-alih Rata-rata.

01

Data Berupa Skala Ordinal

Skor nyeri VAS, tingkat kepuasan, atau derajat keparahan penyakit. Tak bisa dirata-rata mutlak.

02

Sampel Sangat Sedikit (n < 30)

Sulit membuktikan kurva bentuk lonceng Gauss secara valid jika responden terlalu sedikit.

03

Terdapat Outlier Ekstrem

Nilai pencilan akan menarik mean secara keliru. Median dan Peringkat lebih kebal (robust).

Referensi Cepat

Katalog uji & padanan parametriknya

Kolom Parametrik adalah uji utama yang harus kamu pakai bila asumsi normalitas data terpenuhi.

Rancangan Analisis / SituasiUtama ParametrikAlternatif Non-parametrik
PraktikumTutorial IBM SPSS

Menjalankan Uji & Eksekusi P-Value

Pilih salah satu prosedur untuk melihat kasus riset farmasi, langkah input data di SPSS, navigasi menu klik-demi-klik, hingga cara menginterpretasikan P-Value akhirnya.

Evaluasi Kemampuan Rancangan

Uji pemahaman statistikmu

Uji pemahamanmu dalam merumuskan variabel, H0/H1, memilih uji yang tepat, serta membaca P-Value.

Terjawab: 0 / 6